Tanya-tanya berkenaan Syarat Registrasi Masuk Sekolah Penerbangan

Registrasi Masuk Sekolah PenerbanganAntusias masyarakat untuk masuk sekolah penerbangan bisa dibilang relatif tinggi. Hal ini lantaran permintaan pilot yang masih belum bisa terpenuhi oleh sekolah penerbangan di Indonesia bahkan melonjak kian tahunnya akibat pertambahan rute penerbangan hingga armada yang dilakukan maskapai penerbangan. Dilansir dari SekolahPenerbangan.id, Indonesia kekurangan 300 pilot tiap tahunnya. Dengan kondisi ini, mereka berharap bisa langsung bekerja usai mengenyam pendidikan di sekolah penerbangan. Gaji yang tergolong menjanjikan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka (dimulai dengan 15 jutaan per bulan, semakin banyak jam terbang & tinggi jabatan tentu akan semakin bertambah). Sayangnya, sebagian mereka masih kekurangan informasi berkenaan syarat registrasi masuk sekolah penerbangan. Untuk itu disajikan beberapa pertanyaan yang mewakili, berikut:

Pernah patah tulang & punya skoliosis, apakah bisa lolos?

Pernah patah tulang karena terjatuh atau kecelakaan apakah bisa lolos seleksi masuk sekolah penerbangan? Sejatinya, kalau patah tulang yang dialami sudah cukup lama & tidak menganggu aktivitas, peluang lolos seleksi masih ada. Terkecuali, jika patah tulang hingga menimbulkan cacat pada tangan, kaki, atau kepala kemungkinan tidak bisa lolos. Bagaimana kalau memiliki penyakit skoliosis (tulang belakang yang melengkung)? Kalau skoliosis derajat ringan (kurang dari 20 derajat), peluang diterima masih ada. Namun, alangkah baiknya jika memperbaiki dahulu skoliosis yang diderita sebelum melakukan registrasi. Misalnya dengan melakukan fisioterapi, menggunakan korset penyanggah, atau operasi. Untuk memastikannya, silakan tes kesehatan di Hatpen.

Tidak pintar matematika & fisika, bagaimana?

Matematika & fisika, pelajaran yang dites sebelum masuk ke sekolah penerbangan. Hal ini karena dunia penerbangan erat kaitannya dengan kedua pelajaran ini. Apakah ini berarti yang tidak pintar matematika & fisika tidak punya kesempatan lolos? Tidak demikian karena yang dites bisa dibilang matematika & fisika dasar saja. Jika memang tidak ingin mengikuti tes akademik, silakan cari sekolah pilot terbaik di Indonesia di sini 🙂 Kemampuan dalam matematika & fisika memang penting, tapi yang lebih penting adalah kemampuan bahasa Inggris. Calon pilot dituntut fasih dalam bahasa Inggris. Hal ini lantaran bahasa pengantar & buku-buku panduan penerbangan menggunakan bahasa Inggris. Di samping itu, seorang pilot juga wajib menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan pihak ATC dari take off, saat di langit, sampai dengan landing.

Mata sudah minus, apa masih ada kesempatan?

Aktivitas di depan komputer, TV, atau handphone yang berlebihan dan membaca dengan jarak yang terlampau dekat atau dengan lampu yang redup dapat membuat mata menjadi minus. Bagi mereka yang memiliki mata minus, apakah masih ada kesempatan untuk masuk ke sekolah penerbangan. Pengidap mata minus sekalipun sejatinya bisa masuk sekolah penerbangan. Akan tetapi, umumnya sekolah penerbangan akan menerima calon siswa dengan mata minus maksimal 3. Kendatipun demikian, untuk kebaikan calon siswa dalam mengikuti pendidikan & pelatihan sekaligus saat melamar kerja di maskapai penerbangan, calon siswa bakal disarankan untuk melakukan operasi LASIK yang bisa “memakan” biaya hingga 15 jutaan untuk 1 mata.

Sudah menikah & memiliki anak, apakah tidak diperbolehkan?

Bisa menikah & memiliki anak menjadi impian bagi setiap orang. Namun, apakah dengan kondisi ini cita-cita menjadi pilot harus dikubur karena tidak diperboleh masuk sekolah penerbangan? Sebetulnya tidak demikian karena sekolah penerbangan bakal menerima calon siswa meski telah menikah & memiliki anak. Dengan catatan, usianya maksimal 35 tahun. Artinya, di atas ini baik sudah menikah atau belum tidak ada kesempatan. Sekedar informasi, usia 35 tahun dengan status telah menikah & memiliki anak memang masih bisa masuk sekolah penerbangan, tapi kemungkinan sulit diterima bekerja karena kalah saing dengan yang masih “fresh”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *